Benih Padi Unggul Masih Sangat Terbatas


benih padi unggul, benih padi ciherang, benih padi hibrida, benih padi sertani, benih padi ciherang super, benih padi unggul 2016, benih padi hibrida pioneer, benih padi tahan wereng, benih padi toyo arum, benih padi bermutu, benih padi hibrida, benih padi jepang, benih padi terbaru, benih padi terbaik, benih padi terbaru
benih padi unggul, benih padi ciherang, benih padi hibrida, benih padi sertani, benih padi ciherang super, benih padi unggul 2016, benih padi hibrida pioneer, benih padi tahan wereng, benih padi toyo arum, benih padi bermutu, benih padi hibrida, benih padi jepang, benih padi terbaru, benih padi terbaik, benih padi terbaru


Benih Padi Unggul da­lam upaya peningkatan produktivitas dan produksi memiliki peranan yang sangat strategis, khususnya sub sektor tanaman pangan. Namun sentra produksi benih unggul hingga kini masih sangat terbatas.

Penggunaan benih varietas unggul bersertifikat dan dibarengi dengan penerapan teknologi budidaya secara tepat dapat meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan.
Menurut Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ibrahim Saragih saat memberikan keynote speaker pada Kongres Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo), di Jakarta, belum lama ini, “Sentra benih hanya ada di tiga provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur,”.

Karena itu menurut Ibrahim, harus dipikirkan bagaimana benih-benih yang ada di Pulau Jawa tersebut bisa tersebar merata ke seluruh Indonesia. Apalagi pemerintah sudah mempunyai target agar kedaulatan pangan bisa terlaksana.
Terbatasnya penyebaran sentra benih menyebabkan penggunaan atau pemanfaatan benih varietas unggul bersertifikat, khususnya untuk benih padi baru sekitar 50,88% dari luas tanam dengan volume benih 177.843 ton. Sedang­kan untuk benih jagung sekitar 50,40% dari luas tanam dengan volume benih 36.604 ton dan benih kedelai 36,56% dari luas tanam dengan volume benih 13.285 ton.
“Untuk mendorong peningkat­an penggunaan benih varietas unggul bersertifikat ke petani, pemerintah juga memberikan ban­tuan benih gratis bagi kelompok tani,” kata Ibrahim.
Data Direktorat Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan Kementan menyebutkan, pada tahun 2015 Kementan sudah menyalurkan bantuan benih padi inbrida 154.500 ton (8.458.400 ha), benih padi hibrida 600 ton (40.000 ha), benih jagung hibrida 22.500 ton (1.500.000 ha) dan benih kedelai 35.000 ton (700.000 ha).
Sedangkan penyaluran bantu­an untuk kelompok tani bukan pelaksana program, Ke­men­tan juga menyediakan benih ber­subsidi dengan harga murah beru­pa benih padi inbrida 97.500 ton (3.900.000 ha), benih padi hibrida 2.250 ton (150.000 ha) dan benih kedelai 2.500 ton (50.000 ha).
Pemerintah sudah melepas varietas benih padi sebanyak 303 varietas inbrida dan 100 varietas hibrida. Sedangkan untuk benih jagung sebanyak 53 varietas bersari bebas (open pollinated) dan 212 varietas hibrida dan benih kedelai 87 varietas. “Kementerian Pertanian sangat mengapresiasi pengembangan teknologi hibrida oleh para industri swasta karena terbukti memberikan kontribusi secara nyata dalam peningkatan produktivitas,” kata Ibrahim.

Salewangang merupakan Produsen dan Penangkar Benih Varietas Unggul. Berdiri pada bulan April tahun 2014 berada diwilayah Kabupaten Gowa.
Untuk berlangganan Benih Unggul dari hasil Penelitian Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) SMS ke 0811.411.8798